Senja~

Di sebuah padang rumput yang sangat hijau ada sepasang kekasih yang sedang menikmati senja di bawah sebuah pohon besar yang menjulang di langit. Sang lelaki mengenakan baju putih dan celana hitam dan perempuannya memakai baju panjang dan kaki nya tidak terlihat, di pahanya ia selalu membawa kain yang menutupinya. Keduanya Nampak memandang ke arah jauh, sesekali mereka saling bertatatapan lalu kembali menatap jauh. Muka mereka Nampak muram dan lesu.
Amar :
Sil, kau tau mengapa tuhan menciptakan padang rumput yang warna hijau ?

Silka :
Mungkin tuhan menciptakan warna ini sebagai symbol kesuburan dan kesegaran. Apakah itu benar ?

Amar :
Yaa kau benar sekali. Bisakah kau sebutkan lagi warna yang lebih indah dibanding hijau ?



Silka :
Adakah warna yang lebih segar ? aku tak tau Mar. yang jelas aku menyukai warna hijau dibanding warna apapun. Aku senang kita duduk berdua disini memandang keindahan dan kesegaran yang tuhan ciptakan. Hatiku merasa sejuk, mulutku takkan mampu mengucapkan kata yang mengungkapkan kalau ini sangat indah yang lebih indah dari kata indah. Jika mataku sanggup berbicara dia akan selalu memuji keindahan ini.

Amar :
Kau memang benar sil. Tapi dari sekian ribu warna yang ada menurutku ada satu warna paling indah di dunia ini dan warna itu adalah hitam. Ia adalah warna yang paling jujur. Dia memberiku kebenaran dari segala yang maha benar.


Silka :
(heran) mengapa kau berbicara begitu ?

Amar :
40tahun aku hidup, aku sudah tau berbagai warna di dunia ini. Bahkan aku sudah sangat hafal dan aku adalah seorang dokter mata. Mata mungkin aku ini buta warna kan?
Warna hitam adalah kejujuran. Sebentar lagi matahari akan terbenam dan hamparan hijau ini akan menjadi hitam bukan ?  seperti juga manusia bagaimana kau bisa tahu sifat aselinya jika kau tak kenal mereka. Mungkin saja orang yang berada disampingmu bisa menikammu dari belakang.
Rumah sakit yang ku bangun selama bertahun-tahun kini lenyap bagaikan debu. Orang yang membenci ku ini adalah orang paling menyedihkan dalam hidup. Ia menuduh aku membuat malpraktek pada seseorang yang sudah buta, tapi polisi biadab itu membuat sebuah bukti palsu. Ia menuduh aku sebagai tersangka. Seluruh bagian dari rumah sakit di ambil alih oleh bajingan itu. Seorang manusia bermuka seperti anjing yang memakan daging milik orang lain.
(ia sangat emosi mengingat hal ini)
Silka :
Dahulu, aku adalah seorang pengusaha bunga, Mar.  segala nama bunga aku tahu dan aku juga sama sepertimu aku hafal warna-warna. Aku pernah memiliki suatu bunga. Ia indah sekali warnanya beragam jika kau hirup bunga itu, ia akan menebarkan wangi yang sangat segar. namun jika kau lama menghirup wanginya kau akan pusing dibuatnya. Wangi itu akan berubah menjadi racun. Aku sangat kecewa pada saat itu. Hal yang aku anggap indah justru menjadi petaka bagiku sendiri. Jika aku mengorek kisah itu betapa sakitnya perasaan ini. Mar

Amar :
Ya sayang aku mengerti.
 ( memegang tangannya menenangkan dan menyenderkan kepala silka di bahunya)

Silka :
Dan kau tahu? Ketika aku sadar aku sudah di dalam ruangan yang penuh dengan alat-alat medis. Kepalaku sangat berat, nafasku terasa sesak, aku tak sanggup untuk bicara. Saat itu aku sedang berfikir dan merasa aku seakan ingin mati saja. Untuk apa aku hidup jika aku harus merasakan sakit-sakit ini. Untuk apa tuhan ciptakan kebahagiaan jika aku masih harus merasakan kesedihan dan kesakitan?
Ketika dokter dan para rombongannya datang. Mereka seperti rombongan setan yang akan melahapku. Tak banyak yang ku ingat, aku tak sadarkan diri selama beberapa hari. Aku tak menyangka bahwa bisa separah inikah hal kecil aku hirup.

Amar :
Kau beruntung sayang, saat ini kau sudah sembuh dan bisa duduk disini bersamaku.

Silka :
Aku masih berfikir, mengapa harus aku yang mengalami ini semua. Mengapa tidak orang lain? Mengapa harus aku ????!!!!!!

Amar :
Tenang sayang tenang… kalau kau begitu kau akan pusing lagi nantinya?

Silka:
(ia terdiam ) Kau lihat burung yang terbang itu? Aku ingin seperti burung itu. walau ia sendiri ia bisa pergi kemanapun ke tempat yang ia inginkan.

Amar :
Kau rasakan angin ini sil ? aku ingin tegar seperti angin. Berhembus kemanapun. Walau terkadang jika angin berhembus terlalu kencang aku mendapat caci maki tapi angin tetap datang tak pernah ingkar untuk berhembus. Aku ingin sepasrah angin sil.

Silka :
Kita hanya sebagian manusia yang tak tau untuk apa sebenarnya kita diciptakan.

Amar :
Kita adalah kekecewaan yang telah terlahirkan


Silka :
Kekecewaan ini sudah menjadi makanan sehari-hari. Aku tak tau apa yang harus aku lakukan setelah ini. Aku sudah muak dengan dunia dan seluruh kehidupan ini. Aku tak berguna bagi kehidupan.

Amar :
Tak ada yang bisa dipercaya. Kehidupan ini sudah diracuni virus-virus kepalsuan.

Silka :
Mar? kapan kau merasa bahagia ?

Amar :
Entahlah sil. Aku lupa. Aku hanya memiliki satu teman yang dapat ku percayai seumur hidupku. Yakni Kau.

Silka :
Terimakasih. Aku kecewa pada diriku sendiri. Aku mempunyai kecacatan semenjak aku lahir ( ia memegang pahanya ), aku seorang wanita yang tak memiliki kaki. Aku tak sanggup untuk berjalan.
Amar :
Sebagaimanapun cacat mu. Kau adalah wanita paling hebat yang pernah aku temui. Kau sanggup menghadapi semuanya dan jika kau merasa dunia ini sangat kejam. Ingatlah aku akan tetap bersamamu dan memikulmu kemanapun kau ingin pergi.

Silka :
Aku takut mar… aku tau penyakit ini akan terus menggerogoti aku. Aku kecewa dengan diriku sendiri. Aku tak bisa memiliki anak untukmu Karena kanker rahim ini. Aku tak bisa menjadi istri yang sempurna dimatamu. Tak ada seorangpun yang mau memandang aku. Semua orang jijik melihat aku yang bagai seorang mayat yang bisa bicara. Aku tak percaya mengapa tuhan tidak membantuku selama ini? Mengapa tuhan menciptakan aku? Hah ! untuk apa ??( ia merintih sambil memukul dirinya sendiri)

Amar :
Tenanglah sayang.. tenang .. aku ada disini. Jangan takut aku akan selalu menemanimu. Jika kau tidak percaya padaku . kumohon kau percaya padaku. Kau seperti matahari yang akan terbenam ini. Kau lihat disana? Warna mu sangat indah. Walau kau lelah menghadapi hidup ini. Kau akan tetap bersinar sebelum kegelapan itu tiba. Kau akan selalu ada walau kau merasa dirimu tak dianggap ada oleh mereka. Hidup itu adalah perjalanan menuju mati.
Dan kita bagaikan dua manusia yang sedang menunggu waktu pulang yang sebenarnya. Bukan bagaimana kita meraih tapi bagaimana kita bisa menjalani hari yang berat kita harus tetap kita jalani.
( ia bangkit dan memperhatikan langit)
Hari mulai gelap sayang, sebaiknya kita segera pulang…


Amar mengendong silka dan mereka pergi seiring dengan tenggelamnya matahari.
Indah warna jingga menyatu menuju hitam kelam.  Begitulah hidup yang saling berpasangan… sisi baikmu akan ada sisi gelapmu, siang dan malam dan senja yang melengkapi…
Dua hal yang berbeda pasti akan bisa bersatu dan melengkapi. Tidak ada yang sempurna, namun kesempurnaan bisa kita ciptakan dari ketidaksempurnaan.

Comments

Popular posts from this blog

Mainan Gelas karya TennesseWilliams Saduran Suyatna Anirun

Tips menghilangkan jerawat

Awal april