Kau hadir dalam gelap malam diantara nada-nada yang mengalun lembut, kau datang disaat yang tak terduga. Sejak awal aku tak pernah yakin dengan apa yang telah kau ucapkan, namun aku beranikan diri untuk melabuhkan kapalku di dalam jiwamu.
Keraguan itu semakin hari hilang bersama langkah-langkah yang kita lalui. Ragu itu terhapus oleh teriknya matahari, basahnya air dan gelapnya malam. Aku semakin yakin atas apa yang kau ucapkan kepadaku. Sebuah harapan baru mengenai cinta dan kasih sayang. Hatiku mati dalam tatapan saat aku memandangmu dalam sepi. Tak bisa aku melihat lagi yang indah selain dirimu. Suaramu yang lembut tentang puisi-puisi membuatku semakin jatuh cinta pada kesempurnaan yang kau miliki
Namun waktu berkata lain, keyakinanmu hilang seiring dengan keyakinanku yang bertambah tinggi.
Mimpiku kini telah gugur. Ia pergi bersama dengan kepergianmu yang membawa sebagian hidupku
Tapi tak apalah...
Toh kamu juga bukan milikku sepenuhnya, kita akan dipisahkan juga nantinya oleh sebuah kata bernama kematian
Mungkin hanya sementara waktu yang pernah kita miliki.
Apa kau buta tak bisa melihat kasih sayangku? Atau aku yang terlalu berambisi menyayangimu?
Pada akhirnya, hidup harus terus berjalan dengan atau tanpamu
Jika kita memiliki rasa yang sama, aku tak perlu mengejarmu karena kau pasti akan tau kemana harus pulang ......
Comments
Post a Comment