Monolog " HIDUP "

Seorang wanita setengah baya, duduk sendiri dengan muka lusuh dan pakaian yang compang camping. Rumahnya sangat sempit hanya terdapat satu buah kursi kayu itupun bekas barang, satu pintu di depan dan lampu tengah rumah yang suram. Tatapannya kosong dan penuh harap. Memiliki beban lebih berat seperti dunia di atas kepalanya.


( LAMPU FADE IN)


 Apalah arti hidup ini jika kita tidak tahu untuk apa kita hidup Apalah arti nafas ini jika kita tidak bisa bernafas Apalah arti jalan ini jika kita tidak berjalan

 Tuhan..
 Jika boleh aku meminta tolonglah hidupkan kembali hidupku!

Hari ini adalah hari kelahiranku yang ke 50. Usia emas dimana manusia mengalami puncak dalam hidupnya. 50 adalah setengah dari satu abad. Tapi aku belum menemukan arti hidup ini.

Nafas yang ku hirup selama ini adalah nafas yang kotor. Udara kini sudah tercemar.

Hidupku kini sudah tercemar .
 Asap pabrik
Asap kendaraan
 Asap tembakau
Bahkan asap kekejaman

Tanah yang hijau kini berubah menjadi gersang.
Sesak aku dibuatnya.
Aku rindu kesejukan. Rindu ketenangan. Aku merindukan mereka.

Kini aku hanya berdiri dibawah tanah petak yang kini bukan milikku lagi. diatas sana para pemimpin semakin kaya dengan hartanya, sedangkan kami? Semakin kaya dengan kemiskinan (ia tertawa lirih)

Dan anak-anakku .. yaa kemana mereka ? rindukah ia kepada ibunya? Kepada rumah tempat ia pulang. Suamiku? Dimana dia ? apakah ia sudah berhasil membangun kerajaan seperti dalam impiannya? Aku diam disini menunggu mereka, menunggu kehadiran mereka. 

Hey.. tunggu sebentar, seperti ada suara orang

memanggil….. yaa… siapa disana?
 Astaga, kau? Suamiku? Kau baru pulang ? kau Nampak lelah..

masuklah..

biar kau bisa segera istrirahat barang-barang itu biar aku bawakan.
Astaga banyak sekali barangnya, kau membawa apa saja? Sepertinya aku mencium wangi pizza, pasta dan segarnya buahbuahan. Hah? Benarkah itu???? Alangkah senangnyaa hati ini. Kau menjadi orang sukses sekarang sayang

Sini duduklah dahulu. Aku akan ke menyimpan barang ini ke dapur lalu akan aku buatkan kopi caramel kesukaanmu..

Suamiku itu namanya suhendar. Dia mengenal aku sejak kami duduk di bangku sekolah menengah atas. Orang nya baik dan penuh percaya diri. Aku menyukainya sejak ia mengajakku untuk pergi menonton layar lebar. Ia selalu menatap mataku dengan cinta dengan kasih dan sayangnya. Walau aku selalu membuatnya pusing ia selalu melempar senyum kepadaku. Tidak ada alasan untuk berhenti menyayanginya. Namun ia bisa menyakinkan aku bahwa ia memiliki impian lebih terhadap kemajuan ekonomi dalam hidup kami, ia pergi ke pulau sumatera untuk mencari pekerjaan lebih dari seorang pegawai pabrik.
Awalnya aku tidak menyakini tapi ia berhasil meyakinkan aku. Semakin ia pergi aku semakin rindu. Rindu suaranya, tatapannya, pelukan hangatnya dan segala tentangnya.

Sampai akhirnya jarak mengubah segalanya.

Ia Nampak dingin tak sehangat saat kami selalu bersama. Ia sering menghindari aku ketika aku mencarinya.
 Ia berubah. Aku tidak tahu ada apa. Sampai saat ini aku menjadi budak dengan fikiranku.

Rinduku kini berbuah kesedihan… ia meninggalkan kami.


AaSejak saat itu aku mesti mendapat kerja ganda bahwa kenyataan aku harus menjadi seorang ibu dan kenyataan bahwa aku harus menjadi ayah yang mencarinya nafkah.

Anakku, ahmad kini sudah dewasa. Ia mengambil kuliah jurusan teknik informasi di Yogyakarta. Namun akhir-akhir ini ia tak pernah memberikan kabar. Ia hanya menelfon jika uang kebutuhan kuliahnya sudah habis selepas itu sudah..

 kami hanya berbicara 1x dalam 3bulan satu kali. Ia kini pergi.. mereka tidak pernah kembali. Hanya aku sendiri di kikis arus sepi


ssstt Sepertinya ada tamu lagi..

Ya siapa diluar?
 Siapa yang kulihat kini ?
Ahmad …. Kau sudah sarjana sayang

Astaga betapa bahagianya aku ini, jerih payah aku kerja sebagai buruh pabrik. Bekerja selama 12jam sehari, mendapat ketidakadilan, sering dihina dan tidak dianggap sebagai hewan bisa berbuah gelar sarjana padamu..

Betapa bahagianya hari ini, suami dan anakku yang merantau telah pulang.. betapa hangat suasana ini. Aku bisa duduk diantara mereka..


Eh kau mau kemana suamiku? Bergegas tidur? Mengapa membawa tas . jawablah sayang. Jangan membisu Sayaang Suamiku… Kau mau kemana? Mengapa kau pergi keluar? Jangan tinggalkan aku lagi .. aku tak sanggup jika harus 20tahun lagi bertemu denganmu.. Astaga anakku.. kemana kau? Baru sekarang kau pulang lagi mengapa kau pergi..


 Ya tuhaaannn…

Mengapa kepalaku berat sekali. Nafasku sesak sekali.. dan jantungku serasa di tusuk sebilah pisau.

Kata-kata sudah tak mampu menungkap rasa. Aku merasa terbang ke langit, melihat bintang-bintang dan bahkan aku hampir bisa menggapainya. Aku bahagia bahkan sangat bahagia Tapi kenyataanya semua ini hanyalah bunga tidur. Bahkan kini aku hanya tergeletak di dasar bumi. Alangkah lucunya hidup ini, suatu ketika kau merasa istimewa dan sekarang kau merasa tak pernah diinginkan. Bahkan di dunia manapun Aku hanya duduk sendiri dibawah lampu suram, tanah yang kugadaikan kepada lintah darat. Tak lagi yang aku punya. Bahkan tubuh dan jiwa ini pun bukan milikku. Dan bahkan sekarang akan diambil oleh pemiliknya Jika aku dapat kembali hidup aku ingin menghidupkan kembali hidupku…..

 Ia memegang dadanya dan tersungkur

( FADE OUT)

Comments

Popular posts from this blog

Mainan Gelas karya TennesseWilliams Saduran Suyatna Anirun

Tips menghilangkan jerawat

Awal april